REAFIRMASI POSISI PEREMPUAN: Mengulas Pandangan Lama

Tri Handayani

Abstract


Perbincangan tentang perempuan sejak zaman dahulu memang tidak ada habisnya. Setiap perbincangan tentang perempuan akan menempati posisi paling dihormati, namun di sisi lain perempuan akan menempati posisi paling rendah, baik dalam dataran sosial, budaya, ekonomi, politik, bahkan agama. Dalam tradisi Islam, sebagaimana diungkap oleh Yunahar Ilyas (1997), ada empat macam yang diyakini sebagai cara penciptaan manusia ; 1. Dari tanah (penciptaan Adam as); 2. Diciptakan dari (tulang rusuk) Adam (penciptaan Hawa); 3. Diciptakan melalui seorang ibu dengan proses kehamilan tanpa ayah, baik secara hukum maupun biologis (penciptaan Nabi Isa as); 4. Diciptakan melalui kehamilan dengan ayah secara biologis dan hukum atau minimal secara biologis semata (penciptaan manusia selain Adam, Hawa, dan Isa). Titik berat dari tulisan ini terletak pada pandangan lama, yakni mengenai penciptaan hawa. Sehingga timbul pertanyaan dari gambaran ini apakah Hawa diciptakan dari tanah, bahan yang sama sebagaimana Adam diciptakan ataukah dari bagian tubuh Adam?


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal al-Dirayah © 2018