PERANAN TAKHRIJ AL-HADITS DALAM PENELITIAN HADITS

Emilia Sari

Abstract


Secara teoritis hadits memiliki tiga unsur penting, yaitu Sanad, Matan dan Perawi. Hadits baru dapat ditetapkan dan dapat diterima (maqbul) atau ditolak (mardud) sebelum kondisi sanad diperiksa. Sanad memainkan peran penting dan menentukan nilai sebuah hadits karena sanad adalah rantai nilai perawi yang mengantarkan matan sementara narator akan menentukan status hadits. Ilmu yang mendukung untuk memahami status dan tingkat kualitas hadis sanad, rawi, dan matan adalah Takhrij al Hadis. dalam hal terminologi, Takhrij al Hadis adalah cara untuk menempatkan lokasi hadits dalam sumber aslinya, bersama dengan sanadnya dan menjelaskan martabatnya. Untuk dapat menilai kualitas dan kuantitas sebuah hadis, diperlukan penelitian, baik dari sanad maupun matan. Adapun langkah pertama dalam studi hadits adalah Takhrij al-Hadits, yang sedang melakukan penelitian dengan menggunakan buku-buku primer yang tersedia, yang mencakup semua data secara terperinci dan valid. Adanya jarak yang sangat lebar antara realitas Muslim saat ini dan Khazanah di masa lalu telah menyebabkan setidaknya para siswa Islam yang ingin belajar dan menguasai referensi utama dalam melakukan kegiatan takhrij secara komprehensif. Dalam Jurnal ini penulis menjelaskan apa itu Takhrij al Hadis, Sejarah Takhrij al-Hadis, Urgensi dan manfaat, Buku yang dibutuhkan, dan metode yang digunakan dalam Takhrij al-Hadis.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal al-Dirayah © 2018